Minggu, April 19, 2026

Buy now

spot_img

Optimalkan Gizi MBG, 2 SPPG di Ponorogo Ini Potong Sapi Mandiri untuk Menu Rendang

PONOROGO (BLOKJATIM.COM) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Galak, Kecamatan Slahung, melakukan langkah berani dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak sekadar menyajikan menu standar, dapur layanan di bawah naungan Badan Gizi Nasional ini bakal memanjakan ribuan penerima manfaat dengan sajian rendang daging sapi.

Langkah ini diawali dengan penyembelihan dua ekor sapi secara mandiri pada Minggu (19/4/2026). Daging berkualitas tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi di dua titik layanan, yakni SPPG Galak Slahung dan SPPG Watu Bonang, Kecamatan Badegan.

Rian Handoko, pengelola SPPG Galak Slahung, mengungkapkan bahwa kunci dari penyajian menu mewah ini terletak pada keberanian dan strategi manajerial. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan pemerintah sebenarnya sangat mencukupi untuk menghadirkan protein hewani berupa daging sapi.

“Anggarannya sebenarnya cukup untuk menu daging. Semuanya kembali pada bagaimana pengelola berani mengambil keputusan dan mampu mengatur strategi pengadaan bahan secara efisien,” ujar Rian saat ditemui di sela proses penyembelihan.

Dari satu ekor sapi, dihasilkan sekitar 130 kilogram daging murni yang siap diolah. Untuk memaksimalkan hasil, bagian lain seperti kepala, kaki, dan jeroan dikelola melalui sistem penjualan atau penukaran guna menambah kuota daging agar produksi rendang tetap optimal bagi seluruh sasaran.

Menu rendang spesial yang dilengkapi dengan buah-buahan dan pelengkap gizi lainnya ini dijadwalkan didistribusikan pada Senin (20/4/2026). Adapun cakupan layanan kedua SPPG ini meliputi, SPPG Galak Slahung melayani 3.256 penerima manfaat dan SPPG Watu Bonang Badegan menjangkau 2.981 penerima manfaat.

Total lebih dari 6.200 porsi makanan bergizi tinggi akan disalurkan kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan di wilayah tersebut.

Kehadiran Kepala SPPG Watu Bonang dalam proses penyembelihan ini juga mempertegas sinergi antar-dapur layanan gizi di wilayah Ponorogo. Kolaborasi ini bertujuan memastikan kualitas pangan tetap terjaga demi target besar menekan angka stunting dan memperbaiki gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Inovasi dari Slahung ini diharapkan menjadi role model bagi unit SPPG lainnya di Indonesia. Dengan kreativitas pengolahan menu, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga membangkitkan selera makan para siswa lewat hidangan yang variatif dan berkualitas tinggi.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru