MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Magetan membuktikan komitmennya dalam menekan angka pengangguran. Meski didera pemangkasan anggaran yang signifikan, Disnaker Magetan sukses menggelar Job Fair 2026 di Gedung Korpri pada Selasa (30/6/2026). Sinergi tangguh ini berhasil menggandeng 20 perusahaan terkemuka dan menyediakan total 2.159 lowongan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi tinggi dari legislatif, salah satunya dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati. Ia memuji efisiensi performa Disnaker yang tetap mengutamakan pelayanan publik di tengah ruang fiskal yang sempit.
Rita mengungkapkan bahwa keterbatasan dana akibat kebijakan efisiensi daerah tidak menyurutkan kualitas pelaksanaan bursa kerja tahun ini. Walaupun secara konsep terdapat penyesuaian dibanding tahun-tahun sebelumnya, substansi program tetap terjaga dengan baik.
“Mungkin acara ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran. Bagaimanapun juga cukup memprihatinkan karena anggaran yang terpangkas di atas 50 persen lebih,” ujar Rita saat meninjau lokasi acara, Selasa (30/6/2026).
Meski demikian, Rita menilai manajemen Disnaker sangat cerdas dalam mengelola situasi.”Saya cukup mengapresiasi Pak Kadin dan rekan-rekannya yang sudah berusaha memanajemen bagaimana dengan sedikitnya anggaran itu acara ini bisa berjalan dan tidak mengurangi hakikat daripada Job Fair itu sendiri,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bursa kerja kali ini mayoritas diserbu oleh para pencari kerja dari generasi muda. Fenomena ini menunjukkan tingginya serapan angkatan kerja baru di tingkat daerah.
Profil pengunjung didominasi oleh lulusan baru tingkat SMA dan SMK. Kemudian, untuk lulusan perguruan tinggi (Diploma/Sarjana) tercatat lebih sedikit dibanding lulusan sekolah menengah.
Melihat tingginya antusiasme yang kontras dengan anggaran dinas, Rita memberikan rekomendasi strategis untuk pelaksanaan ke depan. Menurutnya, digitalisasi layanan pasar kerja (e-recruitment) merupakan solusi paling konkret untuk menyiasati keterbatasan dana kegiatan luar jaringan (offline).
“Untuk meningkatkan upaya, mungkin yang bisa dilakukan saat ini hanyalah melalui online, karena kalau secara offline jelas tidak memungkinkan (terus-menerus) karena keterbatasan anggaran,” jelas Rita.
Pemerintah daerah berharap lewat ketersediaan ribuan lowongan ini, angka pengangguran terbuka di Magetan dapat diredam secara signifikan, sekaligus menjadi jembatan karier yang solid bagi para pemuda di Magetan.(ton/red)

