Kamis, Juli 23, 2026

spot_img

Putus Rantai TBC, Dinkes Magetan Terjunkan Rontgen Portable Keliling Puskesmas

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten Magetan terus menggenjot cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diintegrasikan dengan pelacakan Tuberkulosis (TBC) aktif atau Active Case Finding (ACF). Langkah ini diambil guna mengejar target penemuan 1.878 kasus TBC di wilayah Kabupaten Magetan sepanjang tahun 2026.

Integrasi program prioritas ini dipantau langsung dalam giat pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Kamis (23/7/2026).

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan bahwa agenda ini selaras dengan program prioritas Pemerintah Pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Pihaknya mencatat, hingga pertengahan tahun ini capaian deteksi TBC telah menyentuh angka 30 persen dari target Kemenkes.

“Untuk tahun 2026 ini, Kabupaten Magetan ditargetkan menemukan 1.878 kasus TBC oleh Kementerian Kesehatan. Alhamdulillah, sampai hari ini capaiannya sudah sekitar 30 persen. Mohon doa restunya agar target penemuan ini segera terpenuhi sehingga para pasien bisa langsung diobati hingga sembuh total,” ujar Nanik di sela-sela peninjauan di Puskesmas Ngariboyo.

Guna mengoptimalkan penelusuran, Pemkab Magetan menerjunkan fasilitas rontgen portable mutakhir hasil kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Paru Dungus, RSUD dr. Sayidiman, serta Stop TB Partnership Indonesia (STPI).

“Alat rontgen portable ini dijadwalkan secara bergiliran mengelilingi 22 puskesmas di seluruh Kabupaten Magetan. Hari ini jadwal operasionalnya dipusatkan di Puskesmas Ngariboyo,” tambah Nanik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, dr. Rohmat Hidayat, menjelaskan bahwa skema penemuan kasus aktif (Active Case Finding) ini bertujuan memutus rantai penularan TBC sedini mungkin di tengah warga.

“TBC harus kita temukan sebanyak-banyaknya agar penderita segera mendapatkan pengobatan medis dan tidak menjadi sumber penularan di lingkungan masyarakat,” terang dr. Rohmat.

Dinkes Magetan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala mengarah ke TBC—seperti batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC—agar segera memanfaatkan fasilitas rontgen portable tersebut.

Terkait fleksibilitas layanan, dr. Rohmat menegaskan bahwa pengoperasian alat tidak melulu terbatas di puskesmas, melainkan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

“Kegiatan kita pusatkan di satu titik lokasi strategis. Bisa di puskesmas, kantor kelurahan, atau fasilitas umum lainnya. Nantinya pihak puskesmas setempat yang akan mengartur jadwal dan tempat penjangkauan masyarakat,” jelasnya.

Selain penanganan TBC, Pemkab Magetan menetapkan target deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui program CKG yang menyasar minimal 46 persen dari total penduduk Magetan sepanjang tahun 2026. Pelayanan CKG digelar secara simultan di sekolah, komunitas warga, hingga tingkat desa.

“CKG ini penting sebagai langkah preventif pencegahan penyakit tidak menular utama seperti Kanker, Jantung, Stroke, Uronefro, dan Gagal Ginjal (KJSU) yang tren kasusnya makin meningkat. Targetnya, setiap warga minimal mendapatkan satu kali pemeriksaan kesehatan gratis dalam setahun,” pungkas dr. Rohmat.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru