MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan menggelar kegiatan Gathering dan Halalbihalal sebagai momentum memperkuat sinergi antar pejuang kemanusiaan, Rabu (15/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, PMI Magetan juga mensosialisasikan capaian prestisius berupa Akreditasi Paripurna dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan lembaga.
Ketua PMI Kabupaten Magetan, Dr. Drs. H. Bambang Trianto, MM., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen, mulai dari relawan hingga para pendonor setia.
“PMI itu banyak dibantu oleh berbagai pihak, ada yang membantu donor, hibah dana, hingga dedikasi para relawan. Kita kumpulkan semua di sini untuk saling memaafkan dan memperkuat kerja sama demi menyukseskan misi kemanusiaan di Magetan,” ujar Bambang usai acara, Rabu (15/4/2024).
Bambang menjelaskan, PMI Magetan baru saja menyelesaikan audit eksternal dengan hasil yang sangat memuaskan. Lembaga ini berhasil meraih predikat Akreditasi Paripurna, yang merupakan level kelulusan tertinggi dalam penilaian standar pelayanan.
“Akreditasi ini berlaku selama lima tahun, mulai dari 2026 hingga 2031 mendatang. Alhamdulillah, ini berkat doa dan dukungan masyarakat semua,” imbuhnya.
Selain mutu pelayanan, aspek transparansi keuangan juga menjadi sorotan. PMI Magetan kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor eksternal. Menurut Bambang, hal ini sangat krusial karena PMI mengelola dana kemanusiaan dari masyarakat.
“Penghargaan ini adalah komitmen. Jika pelayanannya Paripurna, maka kami harus mempertahankannya. Begitu juga dengan WTP, audit keuangan kami harus tetap terbuka karena di PMI tidak ada yang ‘macam-macam’. Semuanya murni untuk kemanusiaan,” tegas mantan Sekda Magetan tersebut.
Acara yang dihadiri sekitar 300 tamu undangan ini melibatkan jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta unsur relawan mulai dari tingkat sekolah, Tenaga Sukarela (TSR), hingga Korps Sukarela (KSR).
PMI juga memberikan penghargaan khusus kepada perwakilan pendonor darah yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 10, 25, 50, 75, hingga 100 kali.
Menanggapi ketersediaan darah selama masa arus mudik dan balik Lebaran 2026, Bambang memastikan stok dalam kondisi aman. Pihaknya melakukan strategi jemput bola atau “gerilya” ke berbagai komunitas dan tempat ibadah tanpa memandang latar belakang.
“Alhamdulillah lancar. Kami terus bergerak, termasuk ke gereja-gereja dan komunitas non-muslim. Kami tidak memandang perbedaan, selama memenuhi persyaratan medis, kita ambil darahnya untuk disampaikan kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.(ton/red)

