MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Komitmen nyata dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri dan teknologi ramah lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Magetan. Langkah strategis ini diwujudkan oleh SMKS 1 YKP Magetan melalui jalinan kerja sama resmi dengan produsen otomotif terkemuka, PT Triangle Motorindo, melalui merek dagang VIAR.
Dalam kolaborasi ini, pihak industri memberikan bantuan konkret berupa unit sepeda motor listrik beserta berbagai aksesori pendukungnya. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan sebagai alat peraga dan media pembelajaran praktik langsung bagi para siswa.
Kepala SMKS 1 YKP Magetan, Arif Kurniawan mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan amunisi baru bagi sekolah dalam menjawab tantangan zaman, terutama di tengah masifnya pergeseran tren otomotif ke arah kendaraan listrik (EV).
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada pihak VIAR atas kepercayaan serta dukungan nyata ini. Kehadiran unit motor listrik di ruang praktik kami bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan jembatan bagi siswa untuk menguasai teknologi masa depan secara langsung,” ujar Kepala SMKS 1 YKP Magetan saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).
Ia menambahkan, fasilitas ini diharapkan mampu mendongkrak kompetensi peserta didik secara signifikan. Dengan memegang dan mempraktikkan langsung komponen kendaraan listrik, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu memahami sistem kerja, perawatan, pengoperasian, hingga pengembangan teknologi berbasis energi terbarukan.
“Era elektrifikasi kendaraan sudah di depan mata. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI) ini, kami optimistis mampu mencetak lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan siap kerja di industri otomotif modern,” imbuhnya.
Arif menambahkan, bahwa sinergi strategis ini sekaligus mempertegas komitmen SMKS 1 YKP Magetan dalam menghadirkan kurikulum pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Langkah ini juga memperkuat implementasi program Teaching Factory (TEFA) serta menyukseskan konsep link and match antara institusi pendidikan vokasi dengan dinamika dunia industri global.(ton/red)

