MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Insiden memilukan menimpa seorang teknisi jaringan internet di Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Pria berinisial L (48), warga Madiun, ditemukan tak bernyawa di atas atap rumah warga saat tengah melakukan perbaikan instalasi WiFi, Senin (30/3/2026) sore.
Proses penurunan jenazah korban berlangsung dramatis. Mengingat posisi korban yang berada di ketinggian, tim penyelamat harus menggunakan teknik khusus untuk mengevakuasi tubuh korban dari atas genteng.
Peristiwa ini terjadi di kediaman Sumadi, warga RT 05 RW 02, Desa Sukomoro. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mulai bekerja memperbaiki jaringan pada sore hari. Namun, sekitar pukul 15.20 WIB, korban tiba-tiba terlihat tidak sadarkan diri dalam posisi tergeletak di atas atap.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Pusdalops-PB segera merespons cepat dengan menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
“Korban sedang melakukan pemeliharaan jaringan internet, namun tiba-tiba pingsan dan meninggal dunia di posisi tersebut (atas genteng),” jelas Eka, Senin (30/3/2026).
Medan yang cukup sulit membuat personel Pusdalops-PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan harus bekerja ekstra hati-hati. Petugas menerapkan prosedur vertical rescue untuk menurunkan korban dengan aman.
Kapolsek Sukomoro, AKP Tri Cahya Budi Hartono, menyatakan bahwa saat petugas sampai di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, korban sudah dipastikan meninggal dunia di tempat.
“Kondisi korban sudah tidak bernyawa saat petugas tiba. Karena lokasinya di ketinggian, kami berkoordinasi dengan BPBD untuk proses evakuasi,” ungkap AKP Tri Cahya.
Pasca evakuasi, tim Inafis Polri bersama tenaga medis dari Puskesmas Sukomoro langsung melakukan identifikasi luar. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban dan juga bekas luka bakar yang mengarah pada sengatan aliran listrik (kesetrum).
Meski indikasi tersengat listrik nihil, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan mendadak (masalah medis) saat korban sedang beraktivitas.
Saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk visum lebih lanjut sebelum dipulangkan ke rumah duka di Madiun.
Menanggapi insiden ini, otoritas terkait mengingatkan pentingnya standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Para teknisi lapangan diimbau untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan memastikan kondisi fisik yang prima sebelum bekerja di area berisiko tinggi seperti ketinggian atau instalasi kabel.(ton/red)

