MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk menggairahkan sektor pariwisata daerah selama musim libur sekolah. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pemerintah daerah resmi memotong harga tiket masuk sebesar 50 persen di sejumlah destinasi wisata pelat merah khusus bagi kalangan pelajar.
Kebijakan ini menyasar siswa tingkat SD hingga SMA sederajat. Berdasarkan aturan, diskon retribusi berlaku bagi murid SD berusia maksimal 12 tahun yang datang dalam rombongan minimal dua orang. Selain itu, pelonggaran tarif ini juga dinikmati oleh pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang berdomisili atau menempuh pendidikan di wilayah Kabupaten Magetan.
Kepala Disbudpar Kabupaten Magetan, Suwito, melalui Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Yosef Cahyo Wibawanto, mengungkapkan bahwa program khusus ini berlangsung singkat, yakni mulai tanggal 1 hingga 11 Juli 2026.
“Langkah ini berpayung hukum pada Keputusan Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/189/403.013/2026 terkait pengurangan retribusi tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga bagi pelajar pada masa liburan sekolah tahun 2026 yang diteken per 1 Juli kemarin,” ujar Yosef.
Yosef menjelaskan, ada tiga destinasi populer kelolaan pemda yang menerapkan tarif separuh harga ini, antara lain: Telaga Sarangan, Telaga Wahyu dan Kebun Refugia
Untuk mendapatkan potongan harga, para pelajar cukup menunjukkan kartu identitas siswa aktif di loket pembelian tiket. Yosef menggarisbawahi bahwa tolok ukur utama penerima manfaat ini adalah lokasi sekolah, bukan asal daerah.
“Fokus sasaran kami adalah seluruh sekolah yang beroperasi di Magetan. Jadi, misal ada siswa yang rumahnya di luar daerah namun menuntut ilmu di Magetan, mereka tetap berhak mendapatkan diskon. Kami ingin memotivasi masyarakat agar tidak perlu berlibur jauh-jauh keluar kota, cukup eksplorasi keindahan Magetan,” tambahnya.
Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor. Disparbud selaku otoritas pengelola Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu menggandeng Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) yang membawahi Kebun Refugia. Sinergi ini diharapkan mampu mengunci perputaran uang hasil sektor pariwisata agar tetap berputar di internal daerah.
Momentum libur sekolah memang menjadi ladang basah bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Magetan. Sebagai catatan, performa pariwisata Magetan tergolong impresif. Sepanjang tahun 2025 lalu, destinasi ikonik Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan sukses menyedot hingga 1.094.668 pelancong. Lonjakan tersebut didominasi oleh tiga momentum besar: libur Lebaran, libur sekolah, dan perayaan tahun baru.
Melalui stimulus diskon 50 persen ini, Pemkab Magetan optimistis dapat meringankan beban finansial keluarga yang ingin berwisata sekaligus memecahkan rekor kunjungan baru di tahun ini.(ton/red)

