MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Manajemen SMAN 1 Karas menegaskan tidak ada kewajiban bagi wali murid untuk membeli seragam sekolah melalui koperasi. Kebijakan ini diambil guna memberikan kemudahan serta meringankan beban finansial orang tua dalam proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Komite SMAN 1 Karas, Mutakaliman, menjelaskan bahwa fungsi koperasi sekolah murni sebagai fasilitas penunjang untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan siswa, bukan sebagai wadah bisnis yang bersifat memaksa.
“Sekolah memang menyiapkan kebutuhan seperti buku dan seragam melalui koperasi, tetapi tidak ada paksaan sama sekali untuk membeli di sana. Orang tua dibebaskan untuk menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing,” ujar Mutakaliman saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).
Mutakaliman menambahkan, SMAN 1 Karas saat ini terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dengan berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan. Sinergitas antara kepala sekolah, jajaran guru, komite, dan wali murid diakui menjadi kunci utama dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah Magetan.
Kebijakan longgar ini disambut positif oleh para orang tua siswa. Tampi, salah satu wali murid yang mendaftarkan anaknya di SMAN 1 Karas, mengaku sangat terbantu. Ia memilih memanfaatkan seragam layak pakai milik kakaknya untuk menekan pengeluaran.
“Sama sekali tidak ada paksaan dari sekolah. Untuk seragam umum seperti abu-abu putih dan Pramuka, anak saya masih bisa memakai milik kakaknya. Kami hanya perlu membeli seragam khas, seperti batik kotak-kotak dan kaos olahraga yang memang disediakan sekolah,” ungkap Tampi.
Selain faktor biaya, Tampi memantapkan pilihan ke SMAN 1 Karas karena adanya program unggulan double track. Program ini dinilai memberikan keterampilan praktis tambahan yang sangat berguna bagi masa depan siswa.
Di sisi lain, proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Karas saat ini bersiap memasuki babak akhir. Humas SMAN 1 Karas, Nursamsi, membeberkan bahwa dari total kuota pagu sebanyak 324 kursi, saat ini telah terisi sebanyak 280 siswa dari tiga jalur yang dibuka (domisili, afirmasi, dan prestasi akademik).
Untuk memenuhi sisa kuota yang ada, sekolah akan membuka tahap pemenuhan pagu lanjutan pada Senin, 29 Juni 2026.
“Kami sangat optimistis sisa kuota akan terpenuhi pada tahap lanjutan nanti. Prosedur pemenuhan sisa pagu ini mengacu pada regulasi Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota daya tampung,” jelas Nursamsi.
Menanggapi dinamika pendaftaran, Nursamsi tidak menampik adanya pergeseran tren di mana sebagian lulusan SMP di wilayah Karas kini cenderung memilih sekolah kejuruan (SMK).
“Ada persepsi di sebagian masyarakat bahwa lulusan SMK bisa langsung terserap di dunia kerja. Hal itu cukup memengaruhi minat ke jenjang SMA. Namun, dengan program double track yang kami miliki, SMAN 1 Karas sebenarnya menawarkan solusi serupa bagi siswa yang ingin langsung bekerja maupun kuliah,” pungkasnya.(ton/red)

