MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Di balik megahnya Aula Soetrisno Bachir Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Rabu (29/7/2026), ada hening yang sarat rasa haru. Bagi Dr. Nugroho Widhi Pratomo, momen berdiri di podium Sidang Promosi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia hari itu bukan sekadar perayaan akademik biasa. Ini adalah simpul akhir dari perjalanan panjang seorang anak yatim asal Magetan yang pernah takut untuk bermimpi terlalu tinggi.
Ditinggal sang ayah sejak usianya baru sembilan tahun, Nugroho tumbuh dalam kesederhanaan di bawah asuhan sang ibu seorang diri. Latar belakang itu tak menyurutkan langkahnya. Meski sempat dihantam berbagai cobaan, termasuk keterbatasan finansial dan himpitan akademik, dosen Universitas Pamulang (Unpam) ini membuktikan bahwa keterbatasan tak pernah sanggup mengubur cita-cita.
Rasa lelah dan putus asa bukannya tak pernah mampir. Menjalani peran sebagai dosen sembari merampungkan studi doktoral dalam waktu tergolong cepat, 2 tahun 9 bulan dan menuntut daya tahan mental yang tak main-main.
“Terdapat masa ketika biaya pendidikan terasa begitu berat. Ada waktu ketika tenaga dan pikiran seperti telah mencapai batasnya, bahkan hari-hari ketika menyerah tampak menjadi pilihan paling mudah,” kenang Nugroho di hadapan dewan penguji dan tamu undangan.
Namun, keteguhan hati dan komitmen tinggi membuatnya terus melangkah. Tak sekadar lulus, akademik Nugroho melesat lewat torehan karya ilmiah bereputasi, mulai dari publikasi di jurnal internasional bereputasi Q1 hingga jurnal nasional terakreditasi Sinta 2.
“Saya merupakan bukti bahwa anak dari keluarga biasa pun dapat berdiri di tempat ini. Bukan karena saya paling cerdas atau paling hebat, melainkan karena saya memilih untuk tidak menyerah,” tegasnya.
Prosesi ujian terbuka yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UHAMKA, Prof. Dr. Ade Hikmat, M.Pd., dan Sekretaris Sidang Dr. Wini Tarmini, M.Hum., berjalan khidmat. Kualitas disertasi Nugroho mendapat pengujian ketat dari Prof. Dr. Nani Solihati, M.Pd. (penguji internal) serta Dr. Hj. R. Panca Pertiwi dari Universitas Pasundan Bandung (penguji eksternal).
Gelar ini juga tak lepas dari bimbingan intensif Prof. Dr. Prima Gusti Yanti, M.Hum. selaku promotor dan Dr. Sukardi, M.Pd. sebagai kopromotor.
Keberhasilan Nugroho turut dihadiri jajaran pimpinan akademisi yang memberi dukungan moral secara langsung, di antaranya Dekan Fakultas Sastra Unpam Tryana, S.S., M.A., Kaprodi Sastra Indonesia Unpam Dr. Misbah Priagung Nursalim, M.Pd., serta Kaprodi Magister Linguistik Universitas Nasional Jakarta Dr. Somadi Sosrohadi, M.Pd.
Bagi Dr. Nugroho Widhi Pratomo, gelar doktor yang kini melekat di depan namanya bukanlah akhir garis finish, melainkan amanah baru yang lebih besar. Ia mendedikasikan pencapaian ini sepenuhnya untuk ibunda tercinta, keluarga, serta institusi tempatnya mengabdi.
“Pada hari ini, air mata perjuangan akhirnya berubah menjadi rasa syukur. Dari seorang anak sederhana dari Magetan yang pernah takut bermimpi, kini saya berdiri dengan keyakinan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia ketika dijalani dengan doa, kerja keras, dan keikhlasan,” tutur Nugroho menutup pidatonya.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Sekolah Pascasarjana UHAMKA untuk terus mencetak doktor Pendidikan Bahasa Indonesia yang tak hanya unggul secara akademik, namun juga berintegritas dan siap memberi dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.(ton/red)

