TUBAN (BLOKJATIM.COM) – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Tanjung Awar-Awar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menggelar pelatihan mitigasi kebencanaan bagi para relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah responsif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat kawasan pesisir Karangagung. Mengingat kondisi geografisnya yang rentan terhadap potensi darurat, keberadaan warga yang terlatih menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana secara mandiri dan terintegrasi bersama pemerintah daerah.
Senior Manager PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perusahaan dalam meningkatkan kapasitas warga lokal merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Bagi kami di PLN Nusantara Power, membangun ketangguhan komunitas di sekitar wilayah operasional adalah prioritas utama yang berjalan beriringan dengan keandalan operasional perusahaan,” ujar Yunan usai kegiatan tersebut.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang tanggap di lapangan, bukan sekadar agenda formalitas belaka.
“Kami berharap pelatihan ini tidak sekadar menjadi seremonial semata, melainkan benar-benar melahirkan sumber daya manusia di Desa Karangagung yang sigap, tanggap, dan mampu menjaga keselamatan lingkungannya demi terwujudnya target Zero Accident serta ketahanan masyarakat yang berkelanjutan,” kata Yunan.
Dalam pelatihan intensif ini, tim instruktur ahli dari BPBD Tuban berkolaborasi dengan tim Fire and Rescue PLN NP UP Tanjung Awar-Awar untuk memberikan pembekalan komprehensif yang memadukan teori dan simulasi lapangan.
Para peserta mendapatkan materi pertolongan pertama di perairan, manuver evakuasi korban tenggelam, hingga prosedur penggunaan peralatan keselamatan air pada sesi Water Rescue. Sementara pada sesi Fire Fighting, para relawan dibekali pengetahuan mengenai pemetaan potensi bahaya kebakaran, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta simulasi pemadaman api di pemukiman.
Melalui pelatihan ini, masyarakat Karangagung diharapkan dapat menjadi garis pertahanan pertama (first responder) yang mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik saat menghadapi insiden darurat sebelum tim bantuan berskala besar tiba di lokasi.(ton/red)

