MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Anggota DPR RI Fraksi PKS asal Magetan, Riyono atau yang akrab disapa Kang Riyono Caping, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di wilayah Kota Magetan. Ia menilai keberadaan kampus negeri tersebut sangat krusial untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) serta menggerakkan ekonomi lokal.
Menurutnya, animo masyarakat terhadap kampus ini dinilai sangat tinggi. Pada penerimaan mahasiswa baru lalu, pendaftar diperkirakan mencapai 10.000 orang, meskipun kuota yang diterima baru sekitar 1.200 hingga 1.500 mahasiswa.
“Artinya orang Magetan ini terhadap pendidikan kan sudah mulai (tinggi kesadarannya). Apalagi dekat di sini, sangat membantu sebenarnya. Saya prinsipnya setuju karena ini kan untuk mendorong SDM anak-anak muda kita yang di Magetan,” kata Kang Riyono, Jumat (7/8/2026).
Meski mendukung, Kang Riyono memberikan catatan terkait rencana penambahan lahan seluas 15 hingga 16 hektar dan wacana perpindahan lokasi kampus ke pusat kota. Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak kampus perlu menyelesaikan terlebih dahulu pembangunan kampus utama yang berada di Maospati.
Ia menyebutkan, dari komitmen awal anggaran pembangunan kampus Maospati sebesar Rp150 miliar, realisasi fisik saat ini diperkirakan belum menyentuh Rp50 miliar.
“Selesaiin dulu yang di sana. Nanti kalau mahasiswanya sudah terpenuhi semua, baru kalau mau bangun yang baru di tengah kota,” ujarnya.
Terkait opsi lokasi baru di tengah kota, Pemerintah Daerah setempat telah menyiapkan beberapa alternatif lahan, di antaranya di kawasan Kebonagung seluas 15 hektar, Tawanganom seluas 14 hektar, serta opsi lahan di Bendo.
Ketersediaan lahan ini menjadi syarat utama bagi UNESA untuk mengakses berbagai program dari pemerintah pusat, salah satunya rencana proyek Laboratorium Ketahanan Pangan dengan nilai anggaran mencapai Rp350 miliar.
“Harus dipastiin semuanya. Yang penting lahannya dari Pemkab ada kok 15 hektar di tengah kota. Kalau saya prinsipnya setuju, tidak ada masalah karena memang untuk kepentingan pendidikan,” pungkasnya.(ton/red)

