Jumat, Juni 26, 2026

spot_img

Jaya Jayaning Nuswantara 6: Pemkab Magetan Gelar Kirab Pusaka hingga Andum Berkah Bolu

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya leluhur melalui gelaran akbar Jaya Jayaning Nuswantara ke-6. Agenda tahunan yang sarat akan nilai spiritual ini diselenggarakan sebagai ruang refleksi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat setempat.

Rangkaian ritual adat ini dimulai sejak Senin (22/6/2026) dengan prosesi sakral pengambilan air suci dari berbagai sumber mata air di wilayah Kecamatan Panekan. Sementara itu, puncak acara dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) yang memuat prosesi Lampah Hastungkoro, kirab pusaka, hingga doa bersama yang berpusat di Pendopo Surya Graha hingga kawasan Alun-Alun Magetan.

Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan bahwa esensi dari kirab pusaka dan penjamasan ini jauh lebih dalam daripada sekadar seremonial tahunan. Prosesi pembersihan pusaka Magetan Pandhawa yang bergelar Kyai Pandhawa Nagaragung tersebut, menurutnya, merupakan simbol pembersihan spiritual bagi seluruh warga.

“Kirab serta jamasan pusaka Kyai Pandhawa Nagaragung ini memiliki makna untuk menyucikan lahir dan batin, jiwa dan raga seluruh warga Kabupaten Magetan. Harapannya, kita semua senantiasa diberi keselamatan, kemuliaan, serta dijauhkan dari segala marabahaya,” ujar Nanik Sumantri saat memberikan sambutan di Pendopo Surya Graha.

Nanik juga menambahkan, kebersamaan warga dalam mengikuti laku spiritual dan doa bersama ini merupakan representasi dari persatuan yang kuat. Ia berharap sinergi ini mampu membawa Kabupaten Magetan menuju kemajuan yang berkelanjutan dan semakin dikenal di kancah yang lebih luas.

Selain berfokus pada ritual inti, perhelatan Jaya Jayaning Nuswantara 6 juga menyuguhkan pameran budaya yang memikat antusiasme publik. Ruang pameran ini memajang beragam koleksi tosan aji (senjata tradisional berbahan logam) seperti keris, hingga deretan batu mustika yang kaya akan nilai historis dan filosofis.

Suasana semakin meriah saat memasuki prosesi Andum Berkah Bolu Rahayu. Tradisi membagikan kue bolu ini merupakan simbol kearifan lokal dalam mengalirkan rezeki dan rasa syukur secara turun-temurun. Ratusan warga yang memadati lokasi tampak berebut berkah dengan penuh sukacita, menyiratkan harapan kolektif akan kesejahteraan hidup.

Melalui perpaduan antara tontonan budaya dan tuntunan spiritual, Jaya Jayaning Nuswantara 6 sukses menjadi sarana harmoni yang mengajak masyarakat Magetan untuk terus menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru